Program Betina Produktif Terpadu, Solusi Pengadaan Sapi Bakalan Yang Cerdas Dan Mandiri

Sudah 2 bulan ini –setelah Idhul Adha– pemerintah dan para peternak sapi potong dipusingkan dengan sulit dan mahalnya sapi bakalan. Di pasar-pasar ternak di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur, sulit ditemukan sapi bakalan. Kalau pun ada, hanganya amat mahal. Untuk sapi bakalan, biasanya harga sekitar Rp 28.000/kg BB hidup (Desember 2011). Saat ini harga melonjak menjadi Rp 32.000 – 35.000/kg BB hidup atau sekitar Rp 6 – 7 juta/ekor.
Kondisi tsb menyadarkan kami. Bahwa ketersediaan sapi bakalan di kawasan pulau Jawa,khususnya di Jawa Barat ternyata sangat terbatas. Mengapa?
Karena sebagian besar peternak sapi potong hanya mengelola kegiatan penggemukkan saja. Kami melalaikan sektor hulunya yaitu kegiatan pengembangbiakan yang menghasilkan sapi bakalan. Untuk itu, mulai tahun ini, kami mencoba menawarkan PROGRAM INVESTASI BETINA PRODUKTIF.
Siapa Minat Berinvestasi ?
Modal Investasinya hanya Rp 11.000.000,- saja
Alokasinya untuk :
a. Rp 10.000.000 untuk pembelian seekor induk sapi bunting 4 – 7 bulan
b. Rp 1.000.000 untuk modal investasi + modal kerja 1 unit kolam terpal (insentif permodalah untuk usaha pemanfaatan limbah sapi induk tsb)
Asumsi Teknis
• Sapi betina produktif merupakan sapi induk betina yang difungsikan untuk perkembangbiakan. Berusia sekitar 18 bulan dan memiliki bobot hidup sekitar 300 kg. Adapun jenis sapi yang dijadikan indukan adalah sapi lokal seperti sapi Peranakan Onggol (PO) yang sudah bunting/telah di-IB, dg masa kebuntingan 4 – 5 bulan
• Program ini sifatnya jangka panjang, karena minimal sapi betina tsb dipelihara sampai beranak minimal 3 kali periode beranak.
• Sistem perkawinannya adalah dengan Inseminasi Buatan (IB) yang semennya/spermanya Limosin/Simental. Dilakukan ketika induk sapi telah menyapih anaknya, saat anak sapi berusia 4 bulan.
• Sapi pengembangbiakan dipelihara selama sapi tersebut produktif sedangkan anak hasil perkembangbiakan tersebut (pedet) akan dijadikan sebagai sapi bakalan, yang akan dipelihara sampai berusia 1,5 tahun (siap jual)
Perhitungan Bagihasil
• Peternak – Investor – Manajemen akan mendapatkan bagihasil setelah sapi bakalan yg berusia 1,5 tahun tsb dijual.
• Hasil penjualan anak sapi, setelah dikurangi operasional dan cicilan I, maka selebihnya dibagihasilkan.
• Proporsi bagihasil : 50% peternak : 30% investor : 20% manajemen
Program Insentif Terpadunya
• Usaha pemeliharaan sapi betina produktif ini harus dipadukan dengan usaha pemanfaatan limbahnya melalui kegiatan pembesaran lele di kolam terpal.
• Sehingga peternak anggota, memiliki kesempatan untuk mendapatkan tambahan penghasilan dari pendapatan penjualan lele konsumsi yang dihasilkan, setiap 6 minggu sekali.
Bagaimana Gambaran Keuntungan bagi Investor (Tunggu Artikel Selanjutnya)!!
Minat? Hub. P. ADANG 087824824205 P. ENDANG. 085861902167,
